KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Pasar Terapung Lok Baintan, yang berlokasi di Lok Baintan, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini menjadi destinasi wisata unggulan setelah Pasar Terapung Muara Kuin di Banjarmasin tidak lagi sepopuler dulu. 

Meskipun pasar yang beroperasi mulai dari Subuh hingga sekitar pukul 7 pagi ini disebut sudah tidak se-original lokasi aslinya, namun keunikan bertransaksi di atas perahu tradisional atau jukung tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. 

Informasi dihimpun, di pasar ini, pengunjung dapat menemukan beragam dagangan, mulai dari hasil kebun, makanan tradisional, hingga kerajinan, yang dijajakan langsung oleh para pedagang, mayoritas ibu-ibu, dari atas jukung mereka.

Pengalaman berwisata ke Lok Baintan menawarkan petualangan tersendiri, terutama dalam hal mencapai dan berkeliling di area pasar.

"Wisatawan dapat menyewa jukung atau perahu untuk mengitari pasar, dengan harga sewa berkisar antara Rp100.000 hingga Rp120.000," tulis salah satu netizen membagikan pengalamannya.

Salah satu titik keberangkatan yang sering menjadi rujukan adalah dari lokasi Soto Bang Amad. Perlu diingat, perjalanan kembali ke kota atau dermaga awal biasanya memerlukan negosiasi harga sewa perahu yang cukup alot.

Salah satu hal menarik yang dialami wisatawan adalah proses tawar-menawar yang cenderung "agresif" dari para pedagang. Pengunjung disarankan untuk pandai menawar agar mendapatkan harga terbaik. 

Selain itu, ada pemandangan unik di mana beberapa penjual terlihat mengenakan masker wajah dari beras yang belum merata saat berdagang. Ini menambah catatan lucu dan otentik dalam interaksi di pasar

"Mungkin karena sebagian masker tersebut juga mereka jual," tulis salah satu pelancong di media sosial.

Selain berbelanja hasil bumi, sensasi kuliner menjadi agenda wajib di Pasar Terapung Lok Baintan. Wisatawan berkesempatan menikmati makanan khas Banjar seperti soto Banjar dan sate ayam langsung di atas jukung, menambah kenikmatan dan pengalaman yang tak terlupakan.

Momen menyantap kuliner lokal sambil digoyang riak sungai menjadi penutup yang afdol setelah berpetualang menawar dan berbelanja di tengah keramaian pasar terapung.

Setelah puas menikmati pasar, perjalanan kembali ke kota dapat diakali untuk menghemat anggaran. Seperti yang dialami oleh beberapa wisatawan, setelah tawar-menawar, harga sewa perahu untuk kembali dari Lok Baintan hingga ke titik awal di kota bisa disepakati di kisaran Rp200.000.

Dari titik tersebut, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel atau pusat kota dengan memesan transportasi daring yang relatif lebih murah dibandingkan memulai perjalanan dari lokasi Soto Bang Amad.

Secara keseluruhan, Pasar Terapung Lok Baintan bukan hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga sebuah pengalaman budaya dan sejarah yang kaya.

Meskipun perlu persiapan mental untuk tawar-menawar dan datang lebih pagi untuk melihat keramaian puncak, kunjungan ke pasar ini menjanjikan kenangan unik, mulai dari berinteraksi dengan pedagang yang khas hingga mencicipi makanan lokal di atas perahu, menjadikannya destinasi wajib bagi pelancong di Kalimantan Selatan. (SABRIANOOR/R)