PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Pertemuan Raya III Bapak Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) seluruh Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 2028. 

Hal ini terungkap dalam kegiatan pelantikan panitia pelaksana yang digelar di Gereja Imanuel Pangkalan Bun, Minggu, 26 Oktober 2025.

Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Satria menjelaskan bahwa panitia telah resmi dilantik dan mulai melakukan persiapan awal untuk menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

“Hari ini kita pertama mengadakan pertemuan dengan panitia pelaksana Pertemuan Raya III Bapak GKE Se-Indonesia yang dilaksanakan tahun 2028. Pada sore hari ini juga dilaksanakan pelantikan panitia itu. Dan tuan rumahnya adalah Pangkalan Bun,” jelasnya.

Sejumlah aspek penting mulai dipersiapkan, terutama terkait akomodasi dan konsumsi peserta yang diperkirakan mencapai 1.500 orang dari seluruh Indonesia.

“Persiapan yang diperlukan, pasti berkaitan dengan akomodasi dan konsumsi, karena nanti panitia akan mengadakan rapat untuk menentukan berapa peserta yang bisa ikut kegiatan ini, sebab peserta akan datang dari berbagai tempat,” jelas Pdt. Satria.

Pdt. Satria mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran kaum Bapak dalam berbagai aspek kehidupan.

“Tujuan dari kegiatan ini yang pertama adalah untuk meningkatkan peran kaum Bapak, baik di keluarga, di gereja, maupun di masyarakat. Yang kedua supaya ada kebersamaan, ikatan yang erat antara kaum Bapak dari satu resort dengan yang lain. Dan berikutnya untuk menciptakan kreativitas kaum Bapak sebagai penopang dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia, Hargono menyampaikan bahwa pihaknya segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh seksi untuk menyusun anggaran dan mekanisme kerja panitia.

“Kami nanti akan rapat semua seksi, juga membentuk anggaran dan cara kerjanya. Perlu digarisbawahi, ini adalah hari besar bagi para Bapak GKE se-Indonesia. Ini bukan main-main, seluruh Indonesia akan datang ke sini. Belum tentu 20 tahun lagi kegiatan seperti ini bisa kembali diadakan di Pangkalan Bun,” tegasnya.

Ketua Harian Panitia, Rimbun Situmorang mengaku bahwa penunjukan Pangkalan Bun sebagai tuan rumah kegiatan tersebut merupakan keputusan yang di luar dugaan pihaknya.

“Alasan Pangkalan Bun dipilih sebagai tuan rumah, kami juga tidak tahu karena kami tidak meminta. Namun mungkin diperkirakan Kabupaten Kobar dianggap paling siap, terutama dari segi infrastruktur,” jelasnya.

Rimbun berharap agar pelaksanaan Pertemuan Raya III Bapak GKE Se-Indonesia nanti dapat berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi daerah.

“Harapannya kegiatan nanti bisa berjalan dengan sukses karena ini membawa nama baik Kabupaten Kobar. Jadi kami pasti berharap yang terbaik,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)