SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tren investasi sektor kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini mengalami pergeseran.

Jika sebelumnya investor banyak menanamkan modal pada sektor perkebunan sawit, kini fokus investasi mulai bergeser ke industri hilirisasi, seperti pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya.

“Sampai saat ini, dari sisi perkebunan memang agak berkurang dibandingkan sebelum Satgas PKH turun. Investor baru di bidang perkebunan masih enggan membuka izin baru. Namun justru kini banyak investor yang masuk di sektor hasil olahan sawit atau hilirisasinya,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim Diana Setiawan, Senin, 27 Oktober 2025.

Menurutnya para investor kini lebih tertarik membangun industri pengolahan seperti pabrik kernel, CPO, hingga produk turunan lainnya.

Saat ini tiga perusahaan tengah mengurus izin pengolahan CPO, dan satu di antaranya telah mendapat izin resmi serta sedang dalam tahap pembangunan fasilitas industri.

“Perusahaan tersebut rencananya akan langsung memproduksi berbagai produk turunan seperti cokelat dan es krim dari hasil olahan sawit,” imbuhnya.

Selain itu DPMPTSP juga mencatat adanya dua investor yang telah mengajukan izin pabrik pengolahan kelapa dalam.

Pabrik pengolahan kelapa sawit maupun kelapa dalam tersebut didirikan di kawasan industri di Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (DEWI PATMALASARI/R)