BORNEONEWS, Palangka Raya – Survei terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan konsumen di Kalimantan Tengah pada September 2025.
Hasil survei ini memberikan indikasi positif terhadap kondisi ekonomi regional, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi di masa depan.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengungkapkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Kalimantan Tengah mencapai 131 (indeks > 100) pada September 2025.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan dengan bulan Agustus 2025, di mana IKK tercatat sebesar 128,9. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin yakin dengan kondisi ekonomi saat ini dan prospeknya ke depan.
Optimisme masyarakat juga tercermin dari meningkatnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE). IKE mencerminkan pandangan positif konsumen terhadap berbagai aspek ekonomi, termasuk pendapatan, lapangan kerja, dan kemampuan belanja rumah tangga.
"Kenaikan IKE menunjukkan bahwa masyarakat merasa lebih aman secara finansial dan memiliki keyakinan yang lebih besar dalam kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup," katanya, Senin, 27 Oktober 2025.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga mengalami peningkatan. IEK menggambarkan harapan masyarakat terhadap peningkatan penghasilan, prospek usaha, dan peluang kerja di masa depan.
Peningkatan IEK menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah memiliki harapan yang tinggi terhadap perbaikan kondisi ekonomi di masa mendatang.
Yuliansah Andrias menambahkan bahwa peningkatan kepercayaan konsumen ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian Kalimantan Tengah.
Hal ini dapat mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya konsumsi, diharapkan sektor-sektor ekonomi lainnya juga akan terdorong untuk tumbuh dan berkembang.
Survei ini memberikan gambaran yang menggembirakan tentang kondisi ekonomi di Kalimantan Tengah.
"Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi dan kepercayaan konsumen untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah Kalteng," pungkasnya. (PATHUR)









