BORNEONEWS, Pulang Pisau – Meskipun fasilitas sekolah kini semakin lengkap berkat proyek revitalisasi, SMPN 3 Kahayan Hilir kini masih menghadapi kendala dalam hal kekurangan tenaga pendidik untuk beberapa mata pelajaran penting.
Kepala sekolah Svenpri mengatakan, saat ini sekolah kekurangan dua guru untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan Bahasa Indonesia.
“Untuk guru PKN, kebetulan yang bersangkutan pensiun pada November 2024. Sedangkan untuk Bahasa Indonesia, kekurangannya sudah sejak tahun 2015,” ungkap Svenpri, Senin, 27 Oktober 2025.
Akibatnya, sejumlah guru harus menanggung beban tambahan untuk mengisi jam pelajaran agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
“Yang seharusnya sudah cukup 24 jam mengajar, terpaksa dibagi lagi untuk menutupi kekosongan itu,” kata Svenpri.
Menurut Svenpri, setiap tahun pihak sekolah sudah melaporkan kekurangan guru melalui pemetaan tenaga pendidik. Namun hingga kini, belum ada penempatan guru baru untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Informasinya, untuk mata pelajaran itu memang banyak sekolah yang kekurangan. Jadi penempatannya menyesuaikan kebijakan dan formasi yang tersedia,” pungkasnya. (RETHA/j)









