PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mengimbau agar para orang tua dan tenaga pendidik meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kembali mengancam warga di musim pancaroba. 

Menurutnya, upaya pencegahan dini menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit mematikan tersebut.

Khemal mengatakan, para orang tua dan guru memiliki peran penting dalam mengawasi kebersihan lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Ia menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan bebas dari genangan air merupakan kunci utama dalam memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

“Perlu ada kesadaran bersama, terutama di lingkungan sekolah dan rumah. Jangan menunggu ada korban baru bertindak. Cegah lebih awal dengan menjaga kebersihan dan rutin melakukan 3M Plus,” ujar Khemal, Senin, 27 Oktober 2025.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak sekolah sebaiknya turut berperan aktif dengan mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga perlu diberikan edukasi tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya agar tumbuh kesadaran sejak dini.

Menurut Khemal, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait diharapkan terus melakukan sosialisasi dan fogging di wilayah-wilayah yang dinilai rawan kasus DBD. 

Ia juga mendorong agar RT dan RW setempat aktif dalam melaporkan adanya potensi penyebaran penyakit tersebut kepada pihak berwenang.

“Penanganan kasus DBD tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Masyarakat juga harus berperan. Sinergi ini penting agar penyebaran penyakit bisa ditekan,” tambahnya.

Khemal menegaskan bahwa kasus DBD bukan hanya urusan kesehatan, tetapi juga menyangkut keselamatan generasi muda. Ia berharap masyarakat tidak menganggap remeh gejala awal seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan bintik merah pada kulit.

“Begitu ada gejala mencurigakan, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu parah. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk sembuh,” tutup Khemal. (MARINI/j)