PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyoroti kondisi kekurangan tenaga dokter umum di Puskesmas Panarung. Saat ini, puskesmas tersebut hanya memiliki empat orang dokter umum yang harus melayani jumlah pasien cukup banyak setiap harinya.

Menurut Hasan, keterbatasan tenaga medis berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menilai bahwa kebutuhan akan tenaga dokter di Puskesmas Panarung sudah mendesak untuk segera dipenuhi oleh pemerintah kota.

“Dengan jumlah pasien yang tinggi setiap harinya, empat dokter jelas belum memadai. Kondisi ini bisa berdampak pada kecepatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota harus segera mengambil langkah konkret,” kata Hasan, Senin, 27 Oktober 2025.

Ia juga menambahkan bahwa kekurangan tenaga medis bukan hanya persoalan di satu puskesmas saja, melainkan terjadi di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Palangka Raya. Hal ini, kata Hasan, perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan dasar bagi masyarakat.

Hasan mendorong agar Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sebaran tenaga kesehatan. Jika diperlukan, penempatan dokter dapat diatur ulang agar distribusinya lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan tiap wilayah.

“Pemerintah bisa meninjau kembali kebijakan rekrutmen atau penempatan tenaga medis. Jangan sampai ada puskesmas yang kekurangan tenaga, sementara di tempat lain berlebih,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan disebut telah menyiapkan langkah untuk mengatasi kekurangan dokter umum di Puskesmas Panarung. Salah satunya dengan mengajukan penambahan tenaga medis melalui formasi ASN maupun tenaga kontrak kesehatan.

Hasan berharap langkah cepat yang diambil pemerintah dapat segera direalisasikan agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu. 

“Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan ini. Tujuan utamanya adalah memastikan warga Palangka Raya mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” pungkasnya. (MARINI/y)