PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, berharap agar ketergantungan terhadap pasokan ayam potong dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap. 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan kebijakan yang berpihak kepada peternak lokal agar sektor peternakan di Palangka Raya semakin berkembang dan mandiri.

“Selama ini, sebagian besar pasokan ayam potong di Palangka Raya masih didatangkan dari luar daerah. Hal ini tentu berdampak pada stabilitas harga dan keberlanjutan usaha peternak lokal yang sebenarnya punya potensi besar untuk tumbuh,” ujar Sumadi, Senin,27 Oktober 2025.

Menurutnya, untuk mencapai kemandirian pasokan, pemerintah daerah harus memperkuat sektor hulu peternakan melalui dukungan sarana, pelatihan, dan akses modal bagi peternak lokal. Dengan dukungan tersebut, para peternak diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil ternaknya.

“Pemerintah bisa memfasilitasi peternak melalui program pemberdayaan, bantuan pakan, bibit unggas, serta pendampingan teknis. Dengan begitu, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan dari luar, tapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” tambahnya.

Sumadi juga menyoroti perlunya koordinasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan pelaku usaha di sektor peternakan. Menurutnya, rantai pasok ayam potong harus dikelola secara efisien agar hasil produksi lokal dapat bersaing dari segi harga maupun kualitas.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ketergantungan pasokan dari luar daerah juga berisiko terhadap ketersediaan pangan di masa-masa tertentu, seperti saat libur panjang atau gangguan distribusi. 

“Jika kita punya stok lokal yang kuat, maka harga di pasaran akan lebih stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan,” ucapnya.

DPRD, lanjut Sumadi, akan terus mendorong agar kebijakan pembangunan ekonomi daerah memperhatikan sektor peternakan rakyat. Ia menilai bahwa kemandirian pangan, termasuk daging ayam, merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi daerah.

“Tujuan akhirnya adalah menjadikan Palangka Raya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui usaha peternakan yang berkelanjutan,” pungkas Sumadi. (MARINI/y)