BORNEONEWS, Sampit - Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), patut bersyukur karena Jalan Tengku Gembo kini resmi mendapat kucuran anggaran dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun 2025.
Camat Kota Besi Muhamad Huzaifah, mengatakan program ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, kawasan pertanian, dan objek wisata lokal.
“Kita syukuri dengan kondisi efisiensi saat ini mendapat kucuran anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Kondisi jalan itu memang masih bisa dilewati, tapi perlu peningkatan. Di sana ada sekolah SMA dan aktivitas lalu lintas cukup tinggi. Ini juga jalan menuju kawasan wisata dan pertanian, jadi sangat penting bagi masyarakat,” ujar Huzaifah, Selasa, 28 Oktober 2025.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melalui Dinas SDABMBKPRKP memastikan dua ruas jalan di wilayah Kecamatan Kota Besi dan Baamang berhasil masuk dalam program IJD Kementerian PUPR.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama menjelaskan, keberhasilan ini berkat dorongan langsung Bupati Kotim Halikinnor serta dukungan tim teknis daerah yang aktif mengusulkan data ke pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, atas arahan Bupati, Kotim tahun ini mendapat dua paket kegiatan IJD, yakni di Jalan Tengku Gembo Kota Besi dan Jalan Pelita Desa Tinduk,” jelas Mentana.
Untuk peningkatan Jalan Tengku Gembo, nilai kontrak mencapai Rp14,32 miliar dengan panjang 3,127 kilometer dan masa pengerjaan 87 hari kalender, mulai 6 Oktober hingga 31 Desember 2025.
Sementara preservasi Jalan Pelita, Desa Tinduk, memiliki pagu Rp15,08 miliar untuk peningkatan sepanjang 3,22 kilometer selama 60 hari kalender.
Kedua proyek tersebut akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah sebagai pelaksana teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Jalan di Desa Tinduk dan Tengku Gembo ini sebelumnya rusak berat. Dulu pernah diaspal, tapi sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Kini berkat program IJD, dua ruas ini bisa kembali layak dilalui,” tambahnya.
Menariknya, Kotawaringin Timur menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Tengah yang berhasil memperoleh dua paket program IJD sekaligus.
Program IJD merupakan intervensi pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan kabupaten dan provinsi yang memiliki nilai strategis terhadap konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“IJD ini program strategis nasional untuk membantu daerah. Untuk dua ruas jalan ini, manfaatnya sangat besar karena menghubungkan Desa Tinduk ke jalan nasional,” pungkas Mentana. (DEWI PATMALASARI/R)









