BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat semangat kebersamaan dan peran aktif dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, semangat perjuangan pemuda harus diiringi dengan peningkatan kontribusi perempuan di berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Di era sekarang, perempuan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga motor penggerak dalam pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Nenie, Senin, 28 Oktober 2025 usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pemko Palangka Raya.
Ia menegaskan, semangat yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 harus terus dihidupkan oleh generasi muda masa kini, baik laki-laki maupun perempuan. Nilai-nilai persatuan, perjuangan, dan cinta tanah air menjadi dasar penting dalam menjaga keutuhan bangsa serta memajukan daerah.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, perempuan muda harus berani tampil, berinovasi, dan ikut mengambil peran strategis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan,” tambahnya.
Nenie juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan di tingkat lokal, termasuk di Kota Palangka Raya. Ia mendorong agar pemerintah terus membuka ruang partisipasi bagi perempuan, baik dalam pengambilan kebijakan maupun kegiatan pembangunan masyarakat.
“Partisipasi perempuan bukan hanya simbol, tetapi bagian nyata dari proses demokrasi dan kemajuan daerah,” katanya.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan akan memperkaya perspektif kebijakan publik karena perempuan lebih sensitif terhadap isu-isu sosial seperti pendidikan anak, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
“Jika perempuan diberi ruang, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat luas,” ucapnya.
Ia juga mengajak generasi muda Palangka Raya untuk terus meneladani semangat para pemuda tahun 1928 dengan cara membangun solidaritas lintas suku, agama, dan budaya.
“Kita hidup di tengah keberagaman. Itulah kekuatan yang harus dijaga bersama, bukan menjadi perbedaan yang memecah belah,” tegas Nenie.
Di akhir pernyataannya, Nenie Adriati Lambung menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi pengingat bagi semua pihak untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Perempuan dan pemuda harus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bersama membangun Palangka Raya yang maju, berdaya saing, serta berkeadilan,” pungkasnya. (MARINI/y)









