KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan memberikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan Program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kapuas Timur. Selain memuji program yang berjalan baik, ia juga menyampaikan beberapa rekomendasi penting untuk perbaikan ke depan demi optimalisasi program.

Fokus utama dari masukan Kadinkes adalah terkait peningkatan kualitas dan keamanan pangan. Rekomendasi pertama adalah agar penyedia makanan menggunakan protein tanpa tulang, seperti fillet ayam atau ikan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mengonsumsi makanan dan memastikan mereka mendapatkan asupan protein secara penuh.

Rekomendasi kedua menyangkut aspek pengawasan mutu. Kadinkes menyarankan agar pihak penyedia selalu menyimpan sampel makanan dari setiap menu yang disajikan. Sampel ini  menurutnya sangat penting untuk arsip dan dapat digunakan untuk pemeriksaan laboratorium apabila di kemudian hari ditemukan masalah atau keluhan terkait makanan.

Masukan ketiga berfokus pada peningkatan fasilitas kebersihan. Kadinkes menekankan pentingnya penyediaan fasilitas cuci tangan yang memadai, lengkap dengan sabun, di setiap ruang kelas. Selain pembiasaan disiplin, hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan siswa.

"Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang bergizi, aman, dan sehat," ungkap Kadinkes, Selasa, 28 Oktober 2025.

Kadinkes menegaskan bahwa sinergi antara sekolah, penyedia, puskesmas, dan Dinas Kesehatan sangat penting agar program ini berjalan maksimal. Dinkes Kapuas berkomitmen penuh untuk terus mendukung peningkatan status gizi siswa demi mewujudkan generasi Kapuas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sebelumnya pihak Dinkes Kapuas telah melakukan pemantauan MBG. Kunjungan tersebut menyasar dua sekolah, yakni SMPN 2 Kapuas Timur yang melayani 143 siswa dan SDN 2 Anjir Mambulau Tengah dengan 110 siswa. Selama pemantauan, seluruh makanan yang disajikan yakni berupa nasi putih, ayam goreng, tumis buncis wortel, susu kotak, dan pisang telah dinyatakan layak konsumsi dan tidak ada keluhan dari para siswa. (SABRIANOOR/y)