KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas kembali memanfaatkan media radio untuk menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Melalui siaran di Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) frekuensi 98,1 FM, program podcast kesehatan kali ini mengangkat tema pentingnya Hari Cuci Tangan Dengan Sabun Sedunia Tahun 2025. Siaran yang berlangsung pada Selasa, 28 Oktober 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan praktik kebersihan dasar yang vital.

Siaran edukatif menghadirkan dua narasumber ahli dari RSUD Kapuas, yakni Mega Selvia, selaku IPCN dan Perawat Ahli Muda, didampingi oleh Popo Subroto, yang menjabat sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda sekaligus Koordinator Unit Promkes RS. Dipandu oleh penyiar Radio Diskominfo Kabupaten Kapuas, M. Nasrullah dan Nessa, diskusi mengalir interaktif membahas pentingnya kebiasaan sederhana yang berdampak besar ini.

Mega Selvia menjelaskan bahwa penetapan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia adalah pengingat global. Momen ini diadakan untuk menegaskan kembali betapa vitalnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Menurutnya, ini adalah kebiasaan sederhana namun terbukti secara ilmiah dapat menyelamatkan nyawa manusia dengan mencegah penularan penyakit.

"Tanpa sadar, tangan bisa menjadi media penyebaran kuman dan virus ke tubuh kita, terutama saat kita menyentuh wajah atau makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu," ucapnya. Ia mengingatkan bahwa tangan sering menyentuh berbagai benda seperti uang, gagang pintu, dan layar ponsel yang rentan terkontaminasi.

Manfaat utama dari mencuci tangan dengan sabun, lanjutnya, adalah memutus mata rantai penyebaran kuman penyebab penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Mengutip data dari WHO dan UNICEF, kebiasaan ini dapat mengurangi risiko penyakit diare hingga 40% dan penyakit infeksi saluran pernapasan hingga 20%. Agar efektif, durasi mencuci tangan yang ideal adalah minimal 40 hingga 60 detik.

Para narasumber juga menggarisbawahi lima waktu penting untuk mencuci tangan pakai sabun sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Lima waktu krusial tersebut adalah: sebelum makan atau menyiapkan makanan, setelah buang air besar, setelah membersihkan anak atau membuang popok, setelah memegang hewan, serta setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.

Selain waktu yang tepat, cara yang benar juga dijelaskan secara rinci, mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun 3-5 cc, menggosok telapak, punggung tangan, sela-sela jari, teknik mengunci, membersihkan ibu jari, hingga ujung kuku.

"Mari kita jadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya di hari peringatannya saja. Dengan tangan bersih, kita melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang lain," tutup narasumber. (SABRIANOOR/H)