BORNEONEWS, Palangka Raya – “Memadamkan kebakaran lebih mudah ada apinya dari pada cuma asap tebal seperti ini,” ucap anggota Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Sulaiman kepada Borneonews setelah mampu menembus asap pada kebakaran di Studio Karaoke, lantai II, Jalan Garuda atau Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya, Jumat (18/11/2016).
Sulaiman sebenarnya satu tim saat masuk ke lantai II. Ia bersama Ariston Bangun dan Akhmad Baihaki. Keberadaannya di tengah penuhnya asap beracun itu untuk mencari titik-titik api.
Sulaiman mengenakan kain yang dibasahi air lalu diikatkan untuk menutupi hidung, juga dilengkapi dengan kaca mata. Sedangkan Ariston Bangun dan Akhmad Baihaki menggunakan masker penutup.
Di tengah pencarian itu, dua rekannya berucap tidak kuat. Mereka lalu turun dan tak lama kemudian Ariston lebih dulu terkapar. Barulah disusul Baihaki. Beberapa menit kemudian barulah anggota BPK Arjuna, Panud menyusul terkapar.
“Saya makai kain basah yang saya basahi karena fungsinya agar menghambat masuknya asap. Tapi ketika saya merasa sudah tidak tahan, saya langsung keluar,” beber Sulaiman.
Menurut cerita Sulaiman, kondisi ruangan lantai II sangat gelap penuh asap pekat. Napas juga terasa sesak, tenggorokan panas hingga mengakibatkan kepala pusing.
Sementara itu, dari pantauan Borneonews, sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan pemadam kebakaran mulai bernapas lega. Sebab, kepulan asap sudah berkurang. Ini setelah mereka membasahi melalui lantai paling atas yang kemudian airnya turun hingga lantai I.
Selain itu juga membongkar bagian-bagian yang dianggap berbahaya seperti terpasangnya gasbol atau peredam suara. Beberapa menit kemudian, petugas bergerak menuju lantai II untuk memastikan api benar-benar padam. (BUDI YULIANTO/m)








