PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke-5 antara Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menunjukkan peningkatan nilai signifikan pada 13 calon desa percontohan antikorupsi.

Berdasarkan data hasil monev, Desa Sungai Udang di Kabupaten Seruyan naik dari nilai 40,50 menjadi 70, sedangkan Desa Telok di Kabupaten Katingan meningkat dari 42,50 menjadi 47,00.

“Secara umum, progres nilai menunjukkan sebagian besar desa telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Monev sebelumnya,” ujar Ariz Dedy Arham dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Desa dengan capaian tinggi lainnya antara lain Beringin Tunggal Jaya (Kotim) dengan skor 83,00, Kartamulia (Sukamara) dengan 79,50, dan Beruta (Lamandau) dengan 69,50.

Desa Tumbang Malahoi (Kabupaten Gunung Mas) tercatat meraih skor tertinggi 82,50, diikuti Patas 1 (Barsel) dan Bagok (Bartim) dengan nilai sama-sama 83,00.

Hasil positif ini menjadi indikator kesiapan desa-desa di Kalteng menuju penilaian akhir oleh tim provinsi dan KPK. (HERMAWAN DP/j)