BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) di Tamiang Layang, Rabu, 29 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari berbagai unsur, meliputi perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga pendidik SD, SMP dan SMA, serta Forum Anak Daerah Kabupaten Barito Timur.
Staf Ahli Bupati Barito Timur Bidang Hukum dan Politik, Osa Awatanu, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa anak merupakan aset berharga bangsa yang harus dijaga dan dilindungi bersama.
“Anak adalah aset terbesar dan investasi masa depan bangsa. Mereka akan menjadi penerus estafet pembangunan di Gumi Jari Janang Kalalawah. Karena itu, Konvensi Hak Anak menjadi landasan penting bagi kita untuk memastikan setiap anak memiliki hak dasar yang harus dipenuhi, dilindungi, dan dijamin oleh negara, pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga,” ujar Osa membacakan sambutan Bupati Barito Timur, M Yamin.
Osa juga menekankan agar pelaksanaan Bimtek ini tidak hanya sebatas menambah pengetahuan, tetapi mampu mendorong implementasi nyata di lapangan.
“Jangan berhenti pada pemahaman teori. Terjemahkan hasil Bimtek ini menjadi aksi nyata yang berdampak bagi pemenuhan hak-hak anak,” tegasnya.
Bupati melalui Osa juga menginstruksikan agar kebijakan daerah, termasuk penganggaran dan penyediaan fasilitas publik, mengedepankan perspektif ramah anak. Selain itu, kelembagaan perlindungan anak di tingkat desa dan kelurahan juga diharapkan semakin diperkuat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas P3AKB Barito Timur, Hotmaria Manik, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Menurutnya, peningkatan kapasitas bagi pemangku kebijakan dan pelaksana di lapangan menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem perlindungan anak yang berkelanjutan di Barito Timur.
“Masalah anak adalah tanggung jawab kita bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar setiap anak di Barito Timur dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









