PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus bergerak aktif mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah yang digagas oleh pemerintah pusat.

Sebagai bagian dari program ini, Palangka Raya mendapat jatah 244 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari total 865 unit yang dibangun di enam kabupaten/kota di Kalimantan Tengah tahun ini.

Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menegaskan dukungan penuh Pemko terhadap program strategis ini.

“Pemko mendukung penuh program nasional sesuai kewenangan daerah untuk mendorong pembangunan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu, 29 Oktober 2025.

Arbert menjelaskan bahwa lokasi pembangunan di Palangka Raya telah difasilitasi oleh Pemko di kawasan Jalan G Obos 10.

“Lokasi yang hingga saat ini telah kita fasilitasi berada di kawasan Jalan G Obos 10,” imbuhnya.

Meskipun pembangunan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP), pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator agar proses berjalan lancar melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Palangka Raya.

“Yang bangun tetap dari Kemen PKP, daerah hanya memfasilitasi saja,” sebutnya.

Sasaran utama program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya yang berada di desil 1 hingga 4, serta mereka yang memiliki penghasilan tetap di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.

Target pelaksanaan pembangunan di Kalimantan Tengah secara keseluruhan diharapkan mulai berjalan pada tahun 2026. Namun, beberapa daerah, termasuk Palangka Raya, sudah memulai langkah nyata untuk memastikan masyarakat bisa segera memiliki rumah layak huni.

"Dengan adanya 244 unit rumah ini, diharapkan warga Palangka Raya yang selama ini kesulitan memperoleh hunian layak dapat merasakan manfaat langsung dari program nasional ini," pungkasnya. (PATHUR/j)