BORNEONEWS, Palangka Raya - Di balik gemerlap dan jeritan pengunjung rumah hantu Halloweenworld.id, tersimpan kisah-kisah yang tak kalah menyeramkan dari sekadar efek suara dan kostum. Salah satunya datang dari pengalaman awal mereka saat membuka wahana di Pasar Mini Palangka Raya.
Menurut pengelola, lokasi tersebut menjadi titik awal yang paling berkesan sekaligus paling menyeramkan.
“Itu yang paling ngeri. Bukan cuma karena desainnya, tapi karena katanya memang ada yang beneran,” kata Penanggungjawab acara, Momo Tuden kepada Borneonews pada Selasa malam, 28 Oktober 2025 saat ditemui di Palangkaraya Mall atau Palma.
Beberapa kru bahkan sempat mengalami gangguan gaib saat persiapan. Meski begitu, gangguan lebih sering dialami oleh pengunjung.
“Timku aman, tapi kalau jadi tamu, malah diganggu. Mungkin karena mereka tahu siapa yang ‘asing’,” katanya.
Cerita ini memperkuat kesan bahwa rumah hantu tersebut bukan sekadar wahana buatan manusia.
Yang menarik, para kru sering mendengar cerita bahwa ‘penghuni’ rumah hantu merasa sedih setiap kali wahana ditutup.
“Mereka bilang, hantunya sedih kalau kita pulang. Karena katanya mereka berteman di dalam,” ungkapnya.
Bahkan, ada yang mengaku melihat sosok terbang atau benda bergerak sendiri.
Tim Halloweenworld.id terdiri dari tujuh orang, namun tak jarang muncul ‘penambahan’ yang tak bisa dijelaskan.
“Kita bilang ada tujuh hantu, tapi kadang muncul sembilan. Padahal yang main tetap tujuh,” katanya.
Fenomena ini menjadi bahan cerita yang terus hidup di antara para kru.
Kini, meski telah berpindah ke berbagai kota, kenangan akan Pasar Mini tetap menjadi cerita favorit. Bagi sebagian orang, rumah hantu hanyalah hiburan. Tapi bagi tim Halloweenworld.id, ada sisi lain yang tak bisa dijelaskan hanya dengan logika.
Kini mereka membuka wahana di Palma selama sebulan, yakni 27 Oktober 2025 hingga 27 November 2025 mendatang. Pengunjung dapat menikmati wahana horor ini dengan harga tiket Rp35.000 per orang, tarif yang sama baik dewasa maupun anak-anak. (TESTI PRISCILLA/j)









