PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperkuat kompetensi analisis dampak lingkungan, mahasiswa Program Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan field trip ke PT Agincourt Resources. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Amdal yang diasuh oleh Prof. Rahmawaty dan Dr. Alif Aththorick.

Kunjungan ini mengangkat tema “Implementasi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pada Kegiatan Pertambangan di PT Agincourt Resources,” dan diikuti oleh sembilan mahasiswa S2 PSL. Mereka melakukan observasi langsung terhadap proses pengelolaan dampak lingkungan di area pertambangan emas yang berlokasi di Batangtoru, Sumatera Utara.

Prof Rahmawaty menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam membentuk pemahaman holistik mahasiswa.

“Amdal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Mahasiswa diajak menelusuri berbagai aspek implementasi Amdal, mulai dari pengelolaan air limbah, pemantauan kualitas udara, hingga program pemberdayaan masyarakat sekitar tambang. Mereka juga mempelajari bagaimana perusahaan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya.

Menurut Dr. Alif Aththorick, kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan teknis dan sosial yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kewajiban lingkungan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa pelaksanaan Amdal membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan oleh Prodi PSL USU. Dengan menggabungkan teori dan praktik, diharapkan lulusan program ini mampu menjadi pengelola sumber daya alam yang berintegritas dan berwawasan lingkungan. (TESTI PRISCILLA/j)