BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan Pabrik Bahan Baku Industri Alutsista Merah Putih bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata dari visi besar bangsa dalam memperkuat kemandirian teknologi strategis nasional. Pabrik ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri dalam negeri sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan hilirisasi produk bernilai tambah.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa pembangunan ini mencerminkan semangat kolaboratif untuk membangun fondasi industri pertahanan yang mandiri. Menurutnya, hilirisasi berbasis sumber daya perkebunan menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
BPDP memastikan bahwa dukungan pendanaan terhadap proyek ini dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan tata kelola yang baik. Eddy menyampaikan bahwa transparansi dan orientasi pada manfaat jangka panjang menjadi landasan utama dalam setiap keputusan pendanaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan berdampak langsung pada pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Eddy pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Kerja sama ini juga menjadi implementasi nyata dari konsep triple-helix collaboration, yang menggabungkan peran pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan pendanaan, akademisi sebagai pusat inovasi, serta industri sebagai pelaksana produksi.
“Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan memperkuat keterlibatan industri lokal dalam rantai pasok nasional,“ katanya.
BPDP berkomitmen untuk menjalankan program ini sesuai dengan standar keamanan dan kepatuhan industri. Prinsip transparansi dan peningkatan kapasitas nasional menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelaksanaan. Dukungan pendanaan ini juga diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam membangun industri pertahanan berbasis teknologi dalam negeri.
“Melalui kerja sama strategis ini, BPDP menegaskan perannya sebagai katalisator penguatan struktur ekonomi nasional,“ ujarnya.
Tidak hanya mengelola dana perkebunan, BPDP kini turut mendorong hilirisasi, inovasi teknologi, dan pengembangan industri strategis yang mampu bersaing di tingkat global. (TESTI PRISCILLA/j)









