BORNEONEWS, Nanga Bulik - Penangkapan Kor Nain alias Kor, seorang buronan kasus pembunuhan dari Kayong Utara, Kalimantan Barat, di Kabupaten Lamandau, mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku ternyata adalah seorang residivis berbahaya dengan rekam jejak kriminal yang panjang dan mengerikan.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasat Reskrim AKP John Digul, menjelaskan bahwa penangkapan ini adalah buah dari pengejaran intensif selama lebih dari sebulan. Kor Nain melarikan diri setelah melakukan pencurian disertai kekerasan di sebuah perumahan karyawan PT Cipta Usaha Sejati (PT CUS) di Kayong Utara pada 6 September 2025.
Menurut keterangan, Kor Nain memasuki mess karyawan perusahaan pada dini hari. Aksinya diketahui oleh seorang wanita berinisial MW yang kemudian melakukan perlawanan. Sayangnya, perlawanan tersebut berujung pada kematian MW akibat luka tusuk benda tajam di beberapa bagian tubuhnya. Pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa sejumlah handphone dan sepeda motor Vario milik korban.
"Terduga pelaku berhasil kami amankan di wilayah Lamandau setelah melarikan diri dari Kayong Utara," ungkap AKP John Digul, Rabu, 29 Oktober 2025.
Namun, fakta yang lebih mencengangkan terungkap dari penyelidikan mendalam. Anggota Satreskrim Kayong Utara mengungkapkan bahwa Kor Nain adalah seorang residivis yang sudah berulang kali keluar masuk penjara. Pada tahun 2014, pelaku pernah melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota Polres Ketapang. Setelah bebas, ia kembali mendekam di penjara pada tahun 2022 karena kasus pencurian emas.
Foto pelaku yang terbaring di RSUD dengan luka tembak di kaki memicu reaksi keras dari netizen di media sosial. Banyak yang berharap pelaku dihukum seberat-beratnya atas tindakan kejinya.
"Bukan pemain baru dan kenyang keluar masuk penjara, sudah tidak usah dibebaskan saja, mending dikurung selama-lamanya manusia berwujud setan, atau perlu hukum mati saja," ucap seorang warga dengan geram.
Penangkapan Kor Nain ini membuktikan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas pelaku kejahatan, termasuk mereka yang mencoba melarikan diri ke wilayah lain. Kasalus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan sekitar. (NATALIA KRISTIN/H)









