PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya investasi ilegal dan judi online. Menurutnya, tawaran-tawaran semacam itu semakin marak dan menargetkan masyarakat melalui pesan singkat dan media sosial.

“Banyak penipuan yang masuk lewat HP, menawarkan pinjaman cepat atau investasi dengan imbal hasil tinggi. Padahal itu jebakan. Kami minta masyarakat selalu cek legalitas dan kewajaran tawaran tersebut,” ujar Primandanu dalam Kegiatan Silaturahmi Kepala OJK Kalteng bersama Media pada Rabu sore, 29 Oktober 2025.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan kehati-hatian dalam menerima informasi keuangan. OJK Kalteng bersama Satgas Pasti Daerah terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas UMKM, Perdagangan, dan Bank Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat pengawasan dan edukasi publik agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal.

“Rencana kami di semester dua adalah menggelar rapat koordinasi Satgas untuk membahas perkembangan kasus dan strategi penanganan. Kami juga akan mendengar update dari kepolisian terkait penindakan kasus-kasus yang sedang berjalan,” jelasnya.

Primandanu juga mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Tengah yang melalui iklan layanan masyarakat mengajak warga untuk mengecek legalitas lembaga keuangan ke OJK.

“Ini bentuk sinergi yang sangat baik. Kami harap masyarakat semakin sadar dan kritis,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

“Mari kita jaga bersama ruang keuangan yang sehat dan aman. Jangan beri celah bagi pelaku kejahatan digital,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)