BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat capaian menggembirakan selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 8.300 rekening baru berhasil dibuka di sektor perbankan dengan total nominal transaksi mencapai Rp48,64 miliar.
Selain itu, sektor pasar modal juga menunjukkan tren positif dengan terbentuknya lebih dari 8,1 juta akun investasi baru atau Single Investor Identification atau SID.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak dalam mendorong inklusi keuangan di daerah. Menurutnya, capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan keuangan formal sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
“Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh lembaga jasa keuangan dan pemerintah daerah,” ujar Primandanu dalam Kegiatan Silaturahmi Kepala OJK Kalteng bersama Media pada Rabu sore, 29 Oktober 2025.
Program Bulan Inklusi Keuangan merupakan bagian dari strategi nasional OJK untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan. Di Kalimantan Tengah, kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah provinsi dan lembaga jasa keuangan, khususnya di wilayah Palangka Raya.
Selain pembukaan rekening dan peningkatan partisipasi di pasar modal, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi keuangan, sosialisasi produk jasa keuangan, serta layanan langsung kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami cara penggunaannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Primandanu berharap momentum Bulan Inklusi Keuangan dapat terus dimanfaatkan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
“Kami ingin masyarakat semakin terliterasi dan terinklusi secara keuangan, sehingga mampu mengelola keuangan dengan baik dan terhindar dari risiko produk ilegal,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









