PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat Ekonomi Bidang Perkebunan Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun sektor perkebunan yang berdaya saing.

Menurutnya kemajuan daerah tidak bisa dilepaskan dari kemampuan untuk belajar dari wilayah lain, termasuk membandingkan kekuatan dan kelemahan secara objektif.

“Kalau kita mau maju, ya memang harus melihat orang lain. Kita tidak bisa lepas dari kehidupan ini dengan orang lain,” kata Rawing pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Ia mencontohkan perbandingan antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sebagai refleksi penting dalam evaluasi pembangunan.

Kalimantan Selatan, menurut Rawing, memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, tenaga kerja, dan kemudahan perizinan.

“Itu juga yang harus kita lihat. Di mana kelemahan kita, di mana keunggulan kita,” katanya, seraya menekankan bahwa perbandingan bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk memperbaiki diri.

Rawing mengajak para pemangku kepentingan untuk meninggalkan pola pikir kompetitif yang cenderung destruktif. Ia menyebut bahwa kompetisi sering kali menghasilkan pemenang tunggal dan pihak yang dirugikan.

“Kalau berkompetisi itu cenderung saling menjatuhkan. Kalau kolaborasi itu semua senang, everybody happy,” tuturnya.

Menurutnya, zaman telah berubah dan pola pikir lama sudah tidak relevan lagi. Tawing menilai bahwa saat ini masyarakat dan pelaku usaha lebih memilih jalan selaras dan saling menguntungkan.

“Zaman sekarang itu kita hidup sama-sama bisa berjalan dengan baik. Selaras. Saling menguntungkan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Dalam konteks pembangunan ekonomi perkebunan, Rawing menilai bahwa kolaborasi lintas daerah dan sektor akan mempercepat kemajuan. Ia mendorong agar Kalimantan Tengah membuka ruang dialog dan kerja sama dengan provinsi lain, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.

“Kita harus saling belajar dan saling mendukung,” tambahnya. Dengan semangat kolaboratif dan refleksi yang jujur terhadap kondisi daerah, Rawing percaya Kalimantan Tengah mampu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. “Kalau kita mau maju, kita harus terbuka, bersinergi, dan saling menguatkan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA)