PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menegaskan bahwa faktor kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan utama bagi investor, khususnya di sektor pertanian dan kehutanan.

“Pengusaha luar itu menanamkan uang dalam jangka panjang. Di sektor pertanian atau kehutanan, mereka bisa bertahan 12 hingga 15 tahun. Jadi, kenyamanan dan keamanan itu mutlak,” kata Rawing pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Rawing juga menyoroti pentingnya proses perizinan yang cepat dan efisien. Menurutnya, pengusaha tidak ingin berhadapan dengan birokrasi yang berbelit.

“Begitu mereka mengurus, ya harus cepat. Kalau terlalu lama, mereka bisa mundur,” katanya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur memang penting, tetapi bisa didukung oleh investor sendiri asalkan iklim investasi dirasa aman dan nyaman.

Dalam pengamatannya, Kalimantan Tengah dinilai cukup kondusif untuk investasi, khususnya di sektor kelapa sawit. Rawing menyebut bahwa provinsi ini merupakan penyumbang terbesar kedua produksi sawit nasional setelah Riau.

“Kontribusi kita mencapai 13,6 persen secara nasional. Itu luar biasa,” ungkapnya dengan optimisme.

Keberhasilan tersebut, menurut Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini, menjadi bukti bahwa Kalimantan Tengah memiliki daya tarik tersendiri bagi investor.

Ia menilai bahwa kenyamanan dan keamanan di wilayah ini sudah cukup terjaga, meski masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal pelayanan perizinan.

“Pemerintah kita terus belajar dan mengevaluasi. Saya yakin ke depan proses perizinan akan lebih cepat,” katanya.

Rawing juga menekankan pentingnya sinergi antara GAPKI dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Ia menyebut bahwa koordinasi yang intensif menjadi kunci agar kebijakan dan pelayanan publik dapat mendukung pertumbuhan industri perkebunan secara berkelanjutan.

“Kami terus berkomunikasi agar iklim investasi tetap sehat, baik di Kalimantan Tengah maupun secara nasional,” ujarnya.

Dengan dukungan regulasi yang tepat, kenyamanan investor, dan stabilitas daerah, Rawing percaya Kalimantan Tengah akan terus menjadi magnet investasi di sektor perkebunan.

“Kalau semua pihak saling mendukung, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA)