BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menyoroti pentingnya pembangunan pelabuhan laut dalam sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung sektor perkebunan dan ekspor komoditas unggulan daerah.
“Untuk sawit misalnya, kita perlu pelabuhan samudera. Jalan menuju pelabuhan juga harus memadai,” ujarnya pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa pesisir Kalimantan Tengah umumnya dangkal, sehingga tidak memungkinkan kapal besar untuk langsung bersandar.
Rawing mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan-perusahaan di Kalimantan Tengah masih mengandalkan pelabuhan antara, seperti pengiriman dari Pangkalan Bun atau Sampit ke Medan sebelum ekspor dilakukan.
“Prosesnya jadi dua kali. Kapal luar pun tidak bisa langsung masuk,” katanya. Hal ini dinilai menghambat efisiensi dan daya saing produk perkebunan, terutama kelapa sawit yang menjadi komoditas utama provinsi.
Selain infrastruktur, Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini juga menyoroti keterbatasan tenaga kerja lokal sebagai tantangan lain. Ia mendorong agar generasi muda Kalimantan Tengah mulai jeli melihat potensi ini dan mempersiapkan diri melalui pendidikan dan pelatihan.
“Tenaga lokal perlu dididik. Ini butuh waktu, tapi bisa jadi kekuatan kita ke depan,” ujarnya. Rawing menyebut bahwa wilayah Batanjung di Kabupaten Kapuas memiliki potensi sebagai lokasi pelabuhan laut dalam. Namun, hingga kini belum tergarap karena besarnya kebutuhan anggaran.
“Itu bisa dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Perlu proses dan kerja sama lintas sektor,” kata Dosen Universitas Kristen Palangka Raya.
Ia menilai bahwa pembangunan pelabuhan tersebut akan membuka peluang ekspor tidak hanya untuk sawit, tetapi juga kakao, kopi, dan hasil hutan lainnya.
Menurut Rawing, kehadiran pelabuhan laut dalam akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. “Kalau pelabuhan dibangun, pasti akan tumbuh ekonomi-ekonomi baru di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan infrastruktur ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang membuka pusat ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Rawing berharap pemerintah dapat melihat potensi strategis Kalimantan Tengah sebagaimana Kalimantan Selatan yang telah memiliki pelabuhan besar.
“Kalau ini dibuka, Kalimantan Tengah bisa jadi pusat pertumbuhan baru. Potensinya besar, tinggal kemauan dan sinergi,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA)









