BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sukses melaksanakan kegiatan Konsinyasi Penyuntingan Cerita Anak Dwibahasa Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam pelestarian bahasa daerah sekaligus penguatan literasi anak usia dini di wilayah Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini melibatkan para penulis, penyunting, dan pemerhati bahasa dari berbagai latar belakang.
Mereka bersama-sama menyunting dan menyempurnakan naskah cerita anak yang ditulis dalam dua bahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia.
Proses penyuntingan dilakukan secara intensif untuk memastikan kualitas bahasa, alur cerita, serta kesesuaian nilai-nilai lokal yang ingin disampaikan kepada generasi muda.
Menurut Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pelestarian bahasa daerah yang kian tergerus oleh arus globalisasi.
“Melalui cerita anak dwibahasa, kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan bahasa daerah kepada anak-anak sejak dini, sekaligus memperkuat kemampuan literasi mereka dalam bahasa Indonesia,” kata Sukardi pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Cerita-cerita yang disunting dalam kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, mencerminkan keragaman budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak.
Selain menyajikan kisah-kisah yang menarik dan mendidik, naskah-naskah tersebut juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang kontekstual di sekolah-sekolah dasar, terutama di wilayah pedalaman.
Hasil dari konsinyasi ini akan diterbitkan dalam bentuk buku cerita anak dwibahasa yang dapat diakses oleh masyarakat luas, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Balai Bahasa Kalteng juga berencana untuk mendistribusikan buku-buku tersebut ke perpustakaan sekolah dan taman baca masyarakat sebagai bagian dari program literasi berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat memperkuat peran bahasa daerah sebagai identitas budaya sekaligus memperkaya bahan bacaan anak-anak yang relevan dengan lingkungan dan budaya mereka.
"Inisiatif ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional dan pelestarian warisan budaya takbenda Indonesia, " terangnya.(TESTI PRISCILLA)









