BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Hari Keuangan Nasional 2025, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Peringatan ini menjadi pengingat penting akan peran literasi keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan masyarakat.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih cermat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.
“Gunakan produk keuangan sesuai kebutuhan, pastikan legalitasnya, dan jangan mudah membagikan data pribadi. Literasi digital adalah kunci untuk mencegah penipuan,” kata Primandanu dalam Kegiatan Silaturahmi Kepala OJK Kalimantan Tengah bersama Media yang digelar pada Rabu sore, 29 Oktober 2025.
Primandanu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi dan pinjaman yang tidak jelas, baik secara daring maupun luring.
Menurutnya, banyak kasus penipuan terjadi karena minimnya pemahaman terhadap risiko dan legalitas produk keuangan yang ditawarkan secara agresif.
OJK Kalteng terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi, termasuk kampanye digital, pelatihan komunitas, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan.
"Tujuannya adalah agar masyarakat mampu mengenali hak dan kewajiban dalam bertransaksi serta memahami cara melindungi diri dari praktik keuangan ilegal," ujarnya.
Selain itu, OJK juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan keuangan.
Transparansi dan kehati-hatian menjadi prinsip utama dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Dengan semangat Hari Keuangan Nasional, OJK berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas dan aman.
"Langkah kecil seperti memverifikasi legalitas aplikasi keuangan atau memahami skema investasi dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan ekonomi digital yang terus berkembang," tutur Primandanu.(TESTI PRISCILLA)









