BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Focus Group Discussion atau FGD yang membahas Rancangan Dokumen Lintasan Satwa di Areal Preservasi Ekosistem Penghubung Hutan Batang Toru dengan Cagar Alam Dolok Sipirok, tidak hanya menjadi forum strategis lintas sektor, tetapi juga menjadi ajang supervisi akademik bagi Julius Siregar, mahasiswa Program Doktor Studi Lingkungan (PSL) Universitas Sumatera Utara (USU).
Kegiatan pada Kamis, 30 Oktober 2025 ini berlangsung di Ruang FGD Bappeda Tapanuli Selatan dan dihadiri oleh para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan konservasi.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa S3 PSL USU mendapatkan supervisi langsung dari tim promotor dan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Robert Sibarani, MS sebagai promotor, Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut, M.Si, Ph.D, IPU dan Prof. Dr. R. Hamdani Harahap, M.Si sebagai copromotor, serta Prof. Dr. Delvian, SP, MP sebagai penguji.
Kehadiran mereka memberikan dimensi akademik yang kuat dalam pembahasan dokumen lintasan satwa, sekaligus memperkuat relevansi riset terhadap isu-isu konservasi aktual.
Prof Rahmawaty dalam keterangannya menekankan pentingnya sinergi antara riset akademik dan kebutuhan kebijakan daerah.
“Supervisi ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana riset mahasiswa dapat menjawab tantangan nyata di lapangan. Dokumen lintasan satwa ini adalah contoh konkret bagaimana ilmu dan kebijakan bisa saling menguatkan,” kata Prof Rahmawaty pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan interdisipliner dalam penelitian mereka, khususnya yang berkaitan dengan ekologi lanskap, partisipasi masyarakat, dan kebijakan konservasi.
"Keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum seperti ini akan memperkaya perspektif mereka dan memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan berkelanjutan," tuturnya.
Kegiatan supervisi ini berlangsung paralel dengan diskusi teknis lintasan satwa. Hal ini menjadi pengalaman lapangan yang berharga dalam proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas mereka sebagai calon peneliti dan pemimpin lingkungan.
Dengan integrasi antara forum kebijakan dan supervisi akademik, FGD ini menjadi model kolaborasi yang produktif antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah.
Diharapkan hasil riset mahasiswa S3 PSL USU yang disupervisi dalam forum ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian ekosistem Batang Toru–Dolok Sipirok dan penguatan kebijakan konservasi di Sumatera Utara.(TESTI PRISCILLA)









