BORNEONEWS, Banjarmasin - Kemacetan panjang dilaporkan terjadi di Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis pagi, 30 Oktober 2025. Antrean kendaraan ini mengular signifikan, dilaporkan dimulai dari Jalan Trans Kalimantan Km. 17, Barito Kuala. Situasi ini menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di jalur vital penghubung Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Kemacetan ini sontak menjadi keluhan bagi banyak pengendara yang melintas. Perjalanan yang biasanya lancar menjadi terhambat berjam-jam. Kondisi ini menjadi perhatian serius, khususnya bagi warga dari Kalimantan Tengah (Kalteng) yang hendak bepergian menuju wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) atau sebaliknya, yang mengandalkan jembatan tersebut sebagai akses utama.
Salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan, Mursidi, menyebutkan kondisi di lapangan. Meski telah ada pemberitahuan sebelumnya, namun dampak di lapangan melebihi ekspektasi para pengguna jalan.
"Ada buka tutup jalan, sebenarnya sudah diperingatkan, tapi tidak menyangka akan macet sepanjang ini," ungkap Mursidi.
Berdasarkan Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 500.11/1423.04/DISHUB/2025, Jembatan Barito memang dijadwalkan mengalami penutupan sementara untuk perbaikan yang dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.
Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa penutupan dan pembatasan lalu lintas akan dilakukan selama tiga hari ke depan.
Penting untuk dicatat bahwa selama jadwal penutupan tersebut akan diberlakukan pembatasan kendaraan. Kendaraan berat, seperti angkutan roda 6 atau lebih, serta kendaraan yang memerlukan SIM B1 dan B2, dilarang melintasi Jembatan Barito.
Kendaraan berat baru diperbolehkan melintas di luar jadwal penutupan tersebut seperti biasanya.
Sementara itu, untuk kendaraan ringan (roda 4) maupun roda 2 dan kendaraan darurat masih diperbolehkan melintasi jembatan pada saat penutupan sementara sedang berlangsung. (SABRIANOOR/j)









