PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor pasar modal di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa jumlah investor saham di daerah ini hingga Juli 2025 meningkat 13,77 persen menjadi 118.611 investor.

Meski nilai saham yang beredar menurun 55,51 persen menjadi Rp1,34 triliun, aktivitas transaksi justru melonjak 108,10 persen menjadi Rp708,35 miliar.

“Kenaikan volume transaksi menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal semakin tinggi,” kata Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Selain itu, jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD juga meningkat tajam. Nilai penjualan produk reksa dana naik lebih dari 526 persen menjadi Rp22,50 miliar.

“Tren positif ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan masyarakat pada investasi formal,” tambahnya.

Primandanu menilai peningkatan investor menunjukkan hasil nyata dari program literasi pasar modal yang digelar OJK bersama mitra.

“Kami terus gencarkan edukasi agar masyarakat berinvestasi secara cerdas dan tidak mudah tergiur investasi bodong,” katanya.

Menurutnya, pasar modal memiliki potensi besar untuk mendukung pembiayaan pembangunan di daerah.

“Semakin banyak masyarakat berinvestasi, semakin kuat peran pasar modal dalam perekonomian Kalteng,” ucapnya.

OJK Kalteng berkomitmen melanjutkan sosialisasi dan memperluas akses pasar modal ke berbagai kabupaten, agar inklusi keuangan semakin merata di seluruh provinsi. (TESTI PRISCILLA/j)