BORNEONEWS, Palangka Raya – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Perempuan Raya kembali menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan membatik dengan motif khas Dayak.
Kegiatan ini berlangsung di ruang bimbingan kerja Lapas, Kamis 30 Oktober 2025, diikuti oleh sejumlah WBP.
Kepala Lapupala Palangka Raya Hani Anggraeni mengatakan kegiatan membatik ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan oleh Lapas. Tujuannya adalah untuk membekali WBP dengan keterampilan seni dan budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya belajar teknik membatik secara manual, tetapi juga mendalami makna dan filosofi di balik motif-motif Dayak yang kaya akan nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Dalam prosesnya, para WBP tampak tekun dan antusias menggambar pola-pola khas Dayak menggunakan canting dan malam di atas kain. Motif yang dihasilkan pun beragam, mulai dari ukiran burung enggang hingga pola sulur-sulur khas Kalimantan yang menggambarkan keindahan alam dan spiritualitas.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari instruktur keterampilan Lapas serta melibatkan pihak-pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya lokal.
Hasil karya membatik para WBP nantinya akan dipamerkan dan dijual sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan dan pemberdayaan ekonomi kreatif di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para WBP dapat memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti.
"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari upaya pelestarian budaya Dayak di tengah masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









