BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa sektor Industri Keuangan Non-Bank atau IKNB, khususnya perusahaan pembiayaan, mencatat pertumbuhan positif pada pertengahan 2025. Jumlah piutang pembiayaan naik 3,42 persen atau sekitar Rp285,01 miliar menjadi Rp8,61 triliun.
Menurutnya, kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas pembiayaan masyarakat di sektor otomotif, alat berat, dan konsumsi masih tinggi.
“Pembiayaan tetap menjadi penggerak ekonomi riil karena membantu masyarakat dan pelaku usaha memenuhi kebutuhan produktif,” kata Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Tingkat Non-Performing Financing atau NPF perusahaan pembiayaan juga terjaga di angka 1,67 persen, yang menurut OJK masih tergolong sehat.
“Angka ini menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global,” jelas Primandanu.
OJK Kalteng terus mendorong perusahaan pembiayaan agar menyalurkan dana secara sehat dan memperkuat prinsip kehati-hatian. Selain itu, lembaga pembiayaan diimbau memperluas layanan digital agar masyarakat mudah mengakses pembiayaan resmi.
“Digitalisasi pembiayaan menjadi strategi penting agar layanan lebih cepat, transparan, dan menjangkau wilayah terpencil,” tambahnya.
Ia menilai kolaborasi dengan lembaga keuangan lain juga perlu diperkuat untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif.
Dengan pertumbuhan positif ini, Primandanu optimistis sektor pembiayaan akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









