PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, emiten sektor perkebunan kelapa sawit, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada Kamis, 30 Oktober 2025. Agenda rapat mencakup dua poin penting yang berpotensi memengaruhi struktur keuangan dan kepemimpinan perusahaan.

Menurut agenda yang disampaikan Bursa Efek Indonesia atau BEI, agenda pertama RUPSLB adalah persetujuan pemberian jaminan oleh SSMS dan/atau anak usaha terhadap fasilitas kredit sindikasi. Nilai jaminan tersebut melebihi 50 persen dari total kekayaan bersih perusahaan, sehingga memerlukan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung ekspansi dan penguatan struktur pembiayaan SSMS.

Agenda kedua adalah persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan direksi. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung arah strategis SSMS ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan industri dan dinamika pasar global.

Selain RUPSLB, SSMS juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Independen atau RUPS Independen dengan satu agenda utama, yakni persetujuan atas rencana transaksi pengambilalihan saham. Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material dan Transaksi Afiliasi, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 dan POJK Nomor 42/POJK.04/2020.

Pengambilalihan saham tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap struktur kepemilikan dan arah bisnis SSMS. Oleh karena itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses secara transparan dan sesuai regulasi, termasuk melibatkan pemegang saham independen dalam pengambilan keputusan.

Dengan digelarnya dua rapat penting ini, SSMS menunjukkan langkah proaktif dalam memperkuat fondasi bisnis dan tata kelola perusahaan. Keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta mendukung keberlanjutan operasional perusahaan di tengah tantangan industri kelapa sawit. (TESTI PRISCILLA/y)