BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB serta Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang digelar di Financial Hall, Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham membahas dan menyetujui dua agenda penting, yaitu pemberian jaminan fasilitas kredit sindikasi dan perubahan susunan direksi perseroan.
Dalam keputusan pertama, pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk menjadikan sebagian besar aset atau harta kekayaan SSMS dan dua anak usahanya sebagai jaminan atas fasilitas kredit sindikasi. Kredit ini akan diberikan oleh sejumlah lembaga keuangan besar, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank KB Indonesia Tbk, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. Total nilai fasilitas kredit tersebut mencapai maksimal Rp5,2 triliun.
Persetujuan ini diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis SSMS di sektor perkebunan kelapa sawit. Manajemen menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing di pasar global yang semakin kompetitif.
Selain pembahasan mengenai fasilitas kredit, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Henky Satrio Wibowo sebagai Direktur baru yang akan menjabat sebagai Chief Sustainability Officer atau CSO. Dengan penunjukan ini, SSMS menegaskan keseriusannya dalam memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) di seluruh lini bisnisnya.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi SSMS setelah rapat ditutup adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris terdiri atas Bungaran Saragih sebagai Komisaris Utama, Hoesen sebagai Komisaris Independen, dan Rimbun Situmorang sebagai Komisaris. Sementara jajaran Direksi terdiri dari Jap Hartono sebagai Direktur Utama, bersama Akhmad Faisyal, Jahja Tanudjaja Adelai, Roshan Chakravarthy Vallautham, dan Henky Satrio Wibowo sebagai Direktur.
"Langkah SSMS menunjuk Direktur khusus untuk bidang keberlanjutan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG)," kata Komisaris Utama PT SSMS, Bungaran Saragih dalam rilisnya.
Melalui kebijakan ini, perusahaan berupaya menyeimbangkan kinerja bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
"SSMS juga menilai bahwa penerapan praktik keberlanjutan yang konsisten akan mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat budaya kerja serta keterlibatan karyawan dan komunitas sekitar," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)









