BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan bahwa Desa Sungai Bundung di Kabupaten Sukamara kini menjadi percontohan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau EKI di tahun 2025. Program ini dijalankan bersama Bank Kalteng, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPR Marunting Sejahtera.
Menurutnya, desa ini telah menjalani tahap pra-inkubasi dan inkubasi yang berfokus pada pelatihan pengemasan produk olahan ikan bandeng serta edukasi keuangan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat desa mampu mandiri secara ekonomi dan finansial,” ujar Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Selain itu, OJK Kalteng bersama TPAKD juga rutin menggelar coaching clinic dan rapat koordinasi setiap triwulan untuk memperkuat sinergi antar-kabupaten.
“Kegiatan ini membangun komitmen bersama dalam memperluas akses keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, TPAKD Kalteng berperan penting dalam mengidentifikasi potensi ekonomi lokal yang bisa dibiayai melalui lembaga keuangan resmi.
“Dengan pendekatan inklusif, setiap daerah bisa tumbuh dengan karakteristik ekonominya masing-masing,” ucapnya.
Primandanu menilai bahwa keberhasilan program EKI di Sukamara akan menjadi model bagi kabupaten lain.
“Kami berharap program serupa bisa direplikasi di seluruh Kalteng,” tambahnya.
OJK Kalteng akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat untuk memperluas akses keuangan yang merata di seluruh wilayah. (TESTI PRISCILLA/H)









