BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menilai pentingnya pembiasaan menulis tegak bersambung atau menulis indah bagi anak-anak sekolah dasar sebagai bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan literasi dasar.
Menurutnya, kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga sarana melatih ketelitian, kesabaran, dan konsistensi anak dalam belajar. Ia menekankan bahwa menulis tegak bersambung memiliki manfaat besar dalam membentuk motorik halus dan memperkuat daya ingat siswa.
“Menulis tegak bersambung itu tidak hanya soal keindahan tulisan, tapi juga melatih kedisiplinan dan fokus anak. Ini penting diterapkan kembali di sekolah-sekolah dasar agar anak terbiasa menulis dengan rapi dan sistematis,” ujar Jati, Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia menilai bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kebiasaan menulis tangan mulai berkurang, padahal aktivitas tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi. Karena itu, ia mendorong agar sekolah dan guru kembali memberikan porsi pembelajaran menulis indah secara rutin di kelas.
Lebih lanjut, Jati Asmoro juga berharap Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dapat mengintegrasikan pelatihan menulis tegak bersambung dalam kurikulum pembelajaran dasar. Menurutnya, dengan pembinaan sejak dini, siswa akan lebih siap dalam menghadapi tantangan belajar di jenjang berikutnya.
“Kita ingin anak-anak Palangka Raya tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki dasar keterampilan yang kuat, termasuk dalam hal menulis dengan baik dan benar,” tambahnya.
Selain itu, ia mengajak orang tua untuk ikut berperan dalam membiasakan anak menulis di rumah, misalnya dengan membuat jurnal harian atau latihan menulis surat sederhana. Langkah kecil tersebut, katanya, dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap kegiatan literasi.
Dengan pembiasaan yang konsisten, diharapkan generasi muda Palangka Raya tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga tetap memiliki kemampuan dasar yang kuat dalam membaca dan menulis pondasi utama menuju sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. (MARINI/H)









