BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian dan perkebunan.
Ia menyebut fenomena ini bukan hanya terjadi di Kalimantan Tengah, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
“Dulu, waktu saya kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat tahun 1987, jurusan pertanian itu sangat diminati. Tapi sekarang peminatnya menurun drastis,” ujar Rawing pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Menurutnya, perubahan minat ini terjadi karena sektor pertanian dianggap kurang menjanjikan dibanding bidang lain seperti kesehatan, teknik, atau ekonomi.
Rawing menilai pemerintah perlu kembali memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian sebagaimana era tahun 1980-an.
“Zaman Pak Harto dulu, lulusan pertanian sangat dihargai. Bahkan ada program PPL yang begitu lulus langsung dapat fasilitas kendaraan dan lapangan kerja,” ujarnya mengenang.
Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada pertanian mampu menciptakan semangat dan kebanggaan di kalangan mahasiswa untuk menekuni bidang tersebut.
“Sekarang perhatian itu berkurang. Pemerintah perlu membuat program insentif agar sektor pertanian kembali diminati,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam pendidikan pertanian yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
“Anak muda sekarang butuh bukti bahwa pertanian bisa modern, produktif, dan menjanjikan secara ekonomi,” ucapnya.
Rawing berharap sektor pendidikan dapat lebih kreatif dalam mengemas pembelajaran dan praktik pertanian agar selaras dengan dunia kerja masa kini.
“Kalau sektor ini bisa dikemas menarik dan modern, saya yakin generasi muda akan kembali tertarik,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









