BORNEONEWS, Palangka Raya - Meskipun kontribusi ekspor dari pelabuhan di Kalimantan Tengah terus meningkat, sebagian besar ekspor daerah ini masih dilayani melalui pelabuhan di provinsi lain. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebutkan ekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, khususnya di Kalimantan Selatan, mencapai nilai US$1,65 miliar atau 71,89 persen dari total ekspor Kalteng.
“Pelabuhan Banjarmasin menjadi yang paling dominan dengan nilai ekspor sebesar US$1,19 miliar atau sekitar 51,85 persen dari total ekspor Kalimantan Tengah,” terang Agnes pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Selain itu, ekspor juga dilakukan melalui Pelabuhan Satui yang mencatat nilai US$175,01 juta atau 7,63 persen dari total ekspor. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa jaringan logistik antardaerah masih memegang peranan penting bagi kelancaran ekspor.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, ekspor melalui pelabuhan provinsi lain justru mengalami penurunan signifikan.
“Nilainya turun sebesar US$549,48 juta atau 24,99 persen, terutama karena penurunan di Pelabuhan Banjarmasin yang mencapai US$477,45 juta atau turun 28,64 persen,” jelas Agnes.
Meski demikian, tren bulanan menunjukkan adanya perbaikan. Pada Agustus 2025, nilai ekspor melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah naik 11,93 persen dibanding Agustus 2024, dari US$158,81 juta menjadi US$177,76 juta.
“Peningkatan ini terutama berasal dari Pelabuhan Banjarmasin yang naik US$40,88 juta atau sekitar 41,57 persen,” katanya.
Di sisi lain, ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah juga tumbuh positif pada bulan yang sama. Nilainya meningkat 8,56 persen atau sekitar US$6,40 juta dibanding Agustus tahun sebelumnya.
“Kenaikan terbesar tercatat di Pelabuhan Pulang Pisau yang melonjak hingga 866,67 persen,” tutur Agnes.
Agnes menegaskan, dinamika ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor Kalimantan Tengah kini mulai lebih seimbang antara pelabuhan lokal dan pelabuhan luar provinsi.
“Ke depan, dengan peningkatan kapasitas pelabuhan di dalam wilayah, kita harapkan ketergantungan terhadap pelabuhan provinsi lain semakin berkurang,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









