BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan mengangkat Henky Satrio Wibowo sebagai Direktur sekaligus Chief Sustainability Officer atau CSO.
Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB serta Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang digelar di Financial Hall, Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata keseriusan perusahaan dalam memperkuat tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan atau Environmental, Social, and Governance/ESG.
“Penunjukan Pak Henky sebagai CSO adalah langkah strategis kami untuk memperdalam integrasi aspek keberlanjutan di setiap lini bisnis. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan selalu sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Jap Hartono.
Menurutnya, keberlanjutan kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar perusahaan dapat terus tumbuh secara stabil dan berdaya saing tinggi.
Jap menjelaskan, keberadaan direktorat khusus yang menangani keberlanjutan diharapkan mampu memperkuat fokus SSMS dalam mendorong inovasi dan efisiensi jangka panjang. Melalui strategi ini, perusahaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja finansial, tetapi juga berupaya menciptakan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi para pemangku kepentingan.
“Kami percaya praktik bisnis yang berkelanjutan justru menjadi sumber efisiensi dan daya tahan di masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Jap Hartono menuturkan bahwa fokus keberlanjutan yang diusung SSMS mencakup upaya untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi hijau, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang lebih baik. SSMS juga terus mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam berbagai program sosial yang mendukung kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran SSMS memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi komunitas di sekitar wilayah operasi kami,” tambahnya.
Selain berdampak pada operasional, pendekatan keberlanjutan yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan diyakini dapat memperkuat budaya kerja internal. Jap menyebut bahwa penerapan prinsip ESG mendorong motivasi dan keterlibatan karyawan, karena mereka merasa menjadi bagian dari tujuan yang lebih besar.
“Budaya kerja yang solid dan berorientasi pada tanggung jawab sosial adalah kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan bisnis kami,” ujarnya.
Jap Hartono menegaskan, pengangkatan Henky Satrio Wibowo sebagai Direktur Keberlanjutan akan membawa perspektif baru dalam memperkuat strategi ESG perusahaan. SSMS, kata dia, akan terus berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari setiap kebijakan dan keputusan bisnis.
“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin SSMS akan terus menjadi perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan sosial,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









