BORNEONEWS, Palangka Raya - Isu lingkungan dinilai akan selalu hadir seiring dengan aktivitas manusia, termasuk dalam proses hilirisasi industri kelapa sawit. Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan dalam setiap langkah pembangunan sektor ini.
Menurut Rawing, selama aktivitas ekonomi dilakukan dengan memperhatikan aspek sosial dan melibatkan masyarakat secara aktif, isu lingkungan tidak seharusnya menjadi penghalaini
“Selama pelibatan masyarakat itu bisa menumbuhkan ekonomi, saya rasa tidak jadi masalah,” kata Rawing pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia menambahkan, kegiatan hilirisasi justru dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan.
Rawing menilai, keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang menjaga alam, tetapi juga tentang bagaimana manusia mendapatkan manfaat dari pengelolaan sumber daya secara bijak.
“Kita juga tidak bisa menjaga hutan kalau kita tidak mendapatkan apa-apa. Semua harus saling berkolaborasi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan hilirisasi yang ramah lingkungan. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat disebut perlu saling bergandeng tangan untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan.
“Kita membangun sekarang untuk masa depan, untuk anak cucu kita,” ucapnya penuh semangat.
Dalam pandangan Rawing, pendekatan kolaboratif dan berbasis masyarakat menjadi kunci utama agar sektor sawit tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memberi dampak positif bagi ekosistem sekitar. Dengan demikian, pembangunan yang berlangsung dapat memberikan nilai tambah tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
“Intinya, kita sama-sama menjaga lingkungan,” pungkas Rawing lagi.
Ia berharap setiap pelaku dalam rantai industri sawit memiliki kesadaran yang sama bahwa menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi bukan sekadar tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama demi masa depan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









