BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung pembiayaan di Kalimantan Tengah. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, kredit untuk sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan mencapai Rp14,83 triliun atau 28,95 persen dari total kredit yang disalurkan bank umum di daerah tersebut.
“Dominasi kredit pertanian menandakan bahwa sektor riil Kalteng masih digerakkan oleh kekuatan sumber daya alam dan ketahanan pangan,” ujar Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa rasio kredit bermasalah atau NPL di sektor ini sangat rendah, hanya 0,83 persen.
Menurutnya, angka itu menunjukkan tingkat kesehatan pembiayaan yang baik dan kemampuan bayar yang tinggi dari pelaku usaha pertanian.
“Ini jadi indikator bahwa pembiayaan ke sektor produktif benar-benar terserap dan berdampak positif,” jelasnya.
OJK Kalteng mendorong lembaga keuangan untuk terus menyalurkan kredit produktif, terutama yang mendukung hilirisasi hasil pertanian.
“Kami ingin pembiayaan bukan hanya untuk produksi, tapi juga pengolahan dan pemasaran,” katanya.
Primandanu menilai potensi sektor pertanian di Kalteng sangat besar bila didukung oleh ekosistem pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Akses modal, literasi keuangan, dan pendampingan usaha harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Ia memastikan OJK akan terus memfasilitasi perbankan dan pemerintah daerah dalam merancang program pembiayaan sektor pertanian yang adaptif dan berpihak kepada petani kecil. (TESTI PRISCILLA/H)









