BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mengintensifkan program vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 6.000 ekor hewan telah divaksinasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan vaksinasi masih akan berlanjut seiring dengan ketersediaan vaksin baru.
“Saat ini kami sudah melakukan sekitar 6 ribuan vaksinasi, dan pengadaan vaksin tambahan sedang dalam proses. Begitu tersedia, kami langsung lanjutkan pelayanan sampai awal tahun depan,” kata Sugiyanto pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Menurut Sugiyanto, program ini ditargetkan dapat menjangkau 9.000 ekor hewan hingga awal tahun 2026. Ia optimistis target tersebut bisa tercapai jika pasokan vaksin lancar.\
“Kalau vaksin tersedia, target 9 ribu pasti terpenuhi. Para vaksinator kami juga bekerja sangat baik di lapangan,” katanya. Ia menyebutkan, populasi HPR di wilayah Palangka Raya diperkirakan mencapai 10.000 ekor, meliputi anjing, kucing, dan kera.
“Dari jumlah itu, fokus utama kami adalah anjing karena menjadi hewan penular rabies yang paling berisiko,” jelasnya.
Sugiyanto menambahkan, pelaksanaan vaksinasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Pencegahan rabies ini tidak bisa hanya oleh pemerintah. Peran masyarakat sangat penting untuk membawa hewannya ke pos vaksinasi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para tenaga vaksinator dan masyarakat yang mendukung kegiatan ini.
“Kami sampaikan terima kasih atas kerjasama semua pihak. Dengan kebersamaan, kita bisa kendalikan rabies di Palangka Raya,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA)









