PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja bank umum di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz mengungkapkan bahwa per Juni 2025 atau data per triwulanan, aset bank umum di provinsi ini naik 13,10 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp80,87 triliun menjadi Rp91,46 triliun.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,33 persen menjadi Rp49,98 triliun serta penyaluran kredit sebesar 6,07 persen menjadi Rp51,20 triliun.

“Tren positif ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap tinggi,” ujar Primandanu pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Meski rasio kredit bermasalah atau NPL sedikit meningkat, nilainya masih terjaga di level aman yakni 1,94 persen. “NPL di bawah 5 persen masih menunjukkan kualitas kredit yang sehat,” tambahnya.

Dari sisi penggunaan, kredit konsumtif masih mendominasi dengan porsi 39,46 persen, diikuti kredit modal kerja 34,62 persen dan kredit investasi 25,91 persen. Hal ini menandakan konsumsi masyarakat masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Primandanu menjelaskan, sektor pertanian, perdagangan, dan pemilikan rumah menjadi penyerap kredit terbesar.

“Kredit pertanian mencapai Rp14,83 triliun dengan NPL rendah 0,83 persen, menunjukkan aktivitas sektor riil tetap solid,” katanya lagi.

OJK Kalteng berkomitmen terus memfasilitasi pertumbuhan sektor perbankan yang sehat dan berimbang antara kredit konsumtif dan produktif agar mampu menopang ekonomi daerah secara berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)