KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana angin puting beliung. Himbauan ini sebagai respons atas rawannya bencana yang melanda wilayah Kapuas belakangan ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuoan Pandiangan, menekankan pentingnya warga mengenali tanda-tanda dan langkah penyelamatan diri dari fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu tersebut.

"Masyarakat diimbau untuk mengenali ciri-ciri awal akan terjadinya angin puting beliung. Tanda yang paling mudah diamati adalah perubahan kondisi di langit," ungkapnya, Jumat, 31 Oktober 2025.

Tanda yang paling mudah diamati adalah perubahan kondisi di langit. Awalnya, akan terlihat awan Cumulus (Cu) berwarna putih yang tumbuh vertikal, yang kemudian cepat berubah menjadi awan Cumulonimbus (Cb) berwarna abu-abu gelap atau hitam pekat, seringkali dengan batas tepi yang jelas menyerupai kembang kol.

Angin puting beliung didefinisikan sebagai angin kencang yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam. Fenomena ini biasanya bergerak dalam garis lurus dengan durasi maksimal sekitar lima menit. 

Bencana ini sering terjadi pada siang hari, terutama saat musim pancaroba atau peralihan musim. Karena dampaknya yang destruktif dan dapat menghancurkan apa saja yang dilaluinya, kewaspadaan dini menjadi kunci utama keselamatan.

Tanda-tanda lain yang menyertai perubahan awan tersebut adalah pergerakan vegetasi di sekitar. Ranting pohon dan dedaunan akan terlihat bergoyang dengan cepat dan menimbulkan suara gemerisik kencang akibat tiupan angin. Selain itu, akan terasa hembusan udara dingin yang datang secara tiba-tiba, yang terkadang dapat disertai hujan deras atau bahkan butiran es.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, BPBD menginstruksikan masyarakat untuk segera mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh dan permanen, karena bencana ini berlangsung sangat cepat. 

"Sangat penting untuk menghindari berlindung di bawah pohon besar, papan reklame, atau di dekat tiang dan jaringan kabel listrik karena berisiko tinggi rubuh atau tersambar," tambah Kalaksa.

Saat berada di dalam ruangan, warga diminta untuk segera menutup semua pintu dan jendela, serta mematikan seluruh aliran listrik untuk menghindari korsleting. 

Setelah angin kencang berlalu, yang biasanya berlangsung antara 5 hingga 10 menit, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beristirahat sejenak di tempat aman sebelum beraktivitas kembali. Untuk laporan darurat, warga Kapuas dapat menghubungi Call Center BPBD di nomor 081255635310 atau 08978391386. (SABRIANOOR/j)