BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kemacetan lalu lintas terjadi di Jalan Trans Kalimantan, perbatasan Kalteng - Kalsel pada Jumat siang, 31 Oktober 2025 siang. Kondisi ini disebut lebih buruk dibanding hari-hari sebelumnya. Faktor utamanya masih diberlakukannya sistem buka tutup arus di Jembatan Barito, Kalsel, yang prosesnya diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga maupun pengendara yang melintas, titik kemacetan jika bergerak dari arah Kuala Kapuas, Kalteng, sudah didapati mulai dari kawasan perbatasan Kalsel-Kalteng. Antrean kendaraan dilaporkan mengular sejak Jalan Trans Kalimantan Km. 14.
Sementara itu, dari arah sebaliknya (Banjarmasin), kemacetan parah juga tak terhindarkan. Pengendara melaporkan antrean kendaraan sudah terlihat sejak persimpangan Handil Bakti. Jika diakumulasikan, panjang kemacetan di kedua arah tersebut diperkirakan mencapai puluhan kilometer.
Sejumlah rekaman video yang diambil oleh warga di lokasi menunjukkan situasi di lapangan. Dalam video tersebut, nampak sepanjang jalur dipadati oleh berderet kendaraan berat, seperti truk dan kontainer, yang nyaris tidak bergerak. Kendaraan-kendaraan besar ini mendominasi antrean panjang di jalur tersebut.
Menyikapi penumpukan kendaraan ini, diketahui Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) telah mengambil langkah antisipatif. Pihak Pemkab Batola dilaporkan telah menyediakan tiga titik rest area (area istirahat) yang diperuntukkan khusus bagi kendaraan-kendaraan berat yang terjebak kemacetan.
Salah satu supir truk, Bahri, yang turut terjebak dalam kemacetan, membenarkan parahnya kondisi tersebut.
"Tambah parah macetnya," ucapnya. Ia pun menyarankan pengguna jalan lain yang ingin lebih cepat sampai tujuan untuk mempertimbangkan rute lain.
"Mungkin bagi yang ingin melintasi lebih cepat, bisa melewati feri penyeberangan," tutupnya. (SABRIANOOR/y)









