BORNEONEWS, Buntok - Tarian Nulak Sampan Nguser Manyang Jala yakni merupakan tarian untuk menolong orang sakit atau pengobatan, pukau warga Jakarta dan pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di anjungan Kalimantan Tengah, Minggu (20/11/2016).
Tarian tersebut, salah satu tarian yang ditampilkan Barito Selatan (Barsel), pada ajang Explore Exotica of Central Kalimantan.
Tarian ini mengisahkan bagaimana para belian melakukan proses pengobatan terhadap orang yang sakit kena guna-guna. Prosesinya hanya bisa dilakukan oleh para wadian (belian) dengan gerakan khusus yang diiringi musik tradisional.
“Tarian ini sejak zaman dahulu kala dipercaya oleh Suku Dayak mampu mengobati segala penyakit maupun gangguan dari roh-roh jahat,” kata koordinator tari, Abang Kutus, kepada Borneonews usai tampil, di TMII Jakarta, Minggu (20/11/2016).
Dalam pelaksanaan, lanjut dia, para wadian (belian) menari bersama-sama dan menyatukan kekuatan untuk memberikan perlindungan dan kekuatan kepada si penderita sakit yang diobati.
Setelah itu baru para belian bawo dan wadian dadas memanggil roh atau Jin dengan alat khusus yang disebut Sulumpayang yang terbuat dari taring binatang untuk mengembalikan perbuatan atau atau guna-guna.
Tak berselang lama, jin pun datang dan tidak mau menuruti apa yang dikehendaki para belian. Akhirnya perkelahian sangat seru dan jin pun mati.
Lalu para wadian bawo lari jauh dan bersembunyi membawa hasil rampasan berupa guna-guna atau penyakit.
“Dan wadian dadas Ngelee Aji pun mengembalikan roh para wadian ke jasadnya dan wadian bawo sadar serta bangun memberitahukan ke khayalak ramai,” ceritanya.
Pantauan Borneonews, di TMII antusiasme warga Jakarta yang menyaksikan pergelaran kesenian dalam rangka ikut memeriahkan Explore Exotika of Central Kalimantan menjadi magnet tersendiri bagi warga ibu Kota dan manca negara, terbukti kurang lebih 500 orang warga menyaksikannya.
“Kita sangat menikmati kesenian atau tarian dari Barsel, jarang sekali melihat tarian yang ada unsur magic bulu kodok pun merinding dubuatnya,” Deddy Setiawan warga Slipi kepada Borneonews.
Ia mengungkapkan, warga Jakarta sangat jarang sekali melihat tarian-tarian daerah dari Kalimantan Tengah, khususnya Barito Selatan, hanya sesekali mendengar cerita dari teman dan keluarga serta ngulik internet.
“Saya dan teman-teman baru kali ini menyaksikannya, sungguh memikat dan memukau. Jujur saja Mas unsur magic-nya terasa benar. Nih bulu tangan ku masih merinding,” bebernya.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Franky sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Ia jadi bisa melihat budaya dari seluruh indonesia.
“Saya berharap event-event seperti ini bisa dilaksakanan setiap enam bulan sekali,” harapnya.
Selain warga, berbagai media massa juga terlihat antusias memberikan liputan, mengabadikan pergelaran itu dengan kamera digital mereka. Begitu tingginya antusiasme warga, sehingga membuat sesak anjungan Kalimantan Tengah di TMII berjalanpun berdesakan.
Kepala Pendidikan dan Kebudayaan Barito Selatan Raden Sudarto mengungkapkan, tarian ini baru ditampilkan dan sudah izin dari para tetua sehingga bisa ditampilkan.
“Kita bangga bisa menampilkan tarian ini dan memukau warga yang menonton,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/m)








