BORNEONEWS, Banjarmasin – Seorang pria yang berprofesi sebagai kernet (asisten sopir) truk Fuso dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat sedang berada dalam antrean di kawasan Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan. Korban, yang diketahui berasal dari Pulau Jawa, menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan setelah mengalami kondisi darurat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tragis ini terjadi ketika korban dan kendaraannya sedang menunggu giliran untuk melintas. Saat berada di dalam truk yang mengantre, korban secara tiba-tiba mengeluhkan sesak napas yang hebat.
"Kondisinya memburuk dengan cepat ketika gejala tersebut diikuti dengan kejang-kejang," ucap Sani, relawan yang meneruskan informasi salah satu rekan korban.
Melihat kondisi korban yang kritis, rekan-rekannya dan warga sekitar di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan. Mereka bergegas mengevakuasi korban dari dalam truk dan melarikannya ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Puskesmas Anjir Muara, dengan harapan korban dapat segera mendapatkan penanganan medis.
Nahas, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Setibanya di Puskesmas Anjir Muara, tim medis yang bertugas segera melakukan pemeriksaan. Namun, dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan sudah tidak bernapas lagi dan dipastikan telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan di puskesmas.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban masih dalam proses konfirmasi oleh pihak berwenang. Korban diperkirakan merupakan bagian dari rombongan truk Fuso yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa, kemungkinan besar dalam rangka pengiriman logistik antarpulau. (SABRIANOOR/j)









