BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemandangan lalu lintas yang tak biasa terjadi di sejumlah ruas jalan utama di Kuala Kapuas pada Sabtu malam, 1 November 2025. Kemacetan parah terpantau di sepanjang Jalan Seroja, Jalan Teratai, dan Jalan Barito, yang biasanya tidak separah malam ini. Penumpukan kendaraan ini menyebabkan antrean panjang dan memperlambat mobilitas warga yang beraktivitas di akhir pekan.
Kemacetan ini dipicu oleh penutupan sementara jalur di kawasan bundaran kecil. Penutupan di titik vital yang juga dikenal sebagai Bundaran Taman Raja Bunu tersebut dilakukan karena adanya aktivitas perbaikan jalan. Akibatnya, arus kendaraan yang biasa melintasi bundaran terpaksa dialihkan ke jalur-jalur alternatif di sekitarnya.
Dampak dari penutupan ini paling parah terasa di persimpangan Jalan Seroja-Barito dan Teratai. Titik pertemuan ini menjadi pusat penumpukan kendaraan dari berbagai arah. Volume kendaraan yang dialihkan ke jalur tersebut tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada, sehingga menyebabkan lalu lintas di area tersebut nyaris terkunci.
Kondisi diperparah dengan karakteristik infrastruktur di kawasan tersebut. Ruas jalan yang relatif sempit menjadi tantangan besar ketika harus menampung volume kendaraan yang melonjak drastis. Kepadatan ini jauh melebihi situasi lalu lintas pada hari-hari biasa, memaksa para pengendara untuk ekstra sabar.
Faktor akhir pekan juga disebut menjadi salah satu penyebab parahnya kepadatan. Fendi, salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) di Kapuas, menuturkan bahwa aktivitas warga yang meningkat di malam minggu berkontribusi signifikan terhadap volume kendaraan di jalan.
"Pas malam minggu, makanya tambah padat," ucapnya.
Pengguna jalan diimbau untuk mencari rute alternatif lain dan menyesuaikan waktu perjalanan mereka hingga pengerjaan jalan selesai dan arus lalu lintas kembali normal. (SABRIANOOR/j)









