PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng dalam menyelenggarakan Coaching Clinic TPAKD Triwulan III Tahun 2025. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan untuk mempercepat inklusi keuangan di masyarakat.

Menurut Yuas, TPAKD memiliki peran vital dalam membuka akses layanan keuangan hingga ke tingkat desa dan pelaku UMKM.

“Penguatan kapasitas dan koordinasi yang baik akan membuat TPAKD mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 1 November 2025.

Ia juga menekankan pentingnya peran lembaga keuangan dalam mendukung pembiayaan sektor produktif berbasis potensi lokal. Dengan demikian, ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh penggiat TPAKD dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah serta perwakilan LJK. Dalam kesempatan tersebut, berbagai materi disampaikan untuk memperkuat arah kebijakan TPAKD, termasuk Roadmap TPAKD 2026–2030.

"Selain itu, peserta juga mendapatkan inspirasi dari pengalaman TPAKD Kabupaten Lombok Timur yang sukses mengembangkan inklusi keuangan berbasis kolaborasi lintas lembaga," katanya.

Yuas menegaskan bahwa Pemprov Kalteng akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas TPAKD agar inklusi keuangan di daerah semakin cepat dan merata. (TESTI PRISCILLA/J)