PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK menegaskan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal dalam pengembangan program TPAKD di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Coaching Clinic TPAKD Triwulan III Tahun 2025 yang digelar OJK Kalteng.

Paparan tersebut menjelaskan arah kebijakan dalam Roadmap TPAKD 2026–2030, di mana setiap daerah diharapkan dapat menciptakan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan karakter dan potensi wilayah masing-masing.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen membantu TPAKD di Kalimantan Tengah untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan lokal.

"Strategi berbasis lokal terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan keuangan formal, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM," kata Primandanu dalam rilisnya pada Minggu, 2 November 2025.

Kegiatan juga diisi dengan berbagi pengalaman dari TPAKD Kabupaten Lombok Timur, yang berhasil membangun model kolaborasi lokal antara pemerintah daerah dan LJK.

"Dengan pendekatan ini, diharapkan TPAKD Kalteng dapat memperluas akses keuangan hingga ke masyarakat desa dan meningkatkan indeks inklusi keuangan daerah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)